Jumat, 16 April 2010

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
Pada umumnya, ikan mengalami pertumbuhan secara terus menerus sepanjang hidupnya. Hal ini yang
menyebabkan pertumbuhan merupakan salah satu aspek yang dipelajari dalam dunia perikanan
dikarenakan pertumbuhan menjadi indikator bagi kesehatan individu dan populasi yang baik bagi ikan.
Dalam istilah sederhana pertumbuhan dapat dirumuskan sebagai pertambahan ukuran panjang atau berat
dalam suatu waktu, sedangkan pertumbuhan bagi populasi sebagai pertambahan jumlah. Akan tetapi kalau
kita lihat lebih lanjut, sebenarnya pertumbuhan itu merupakan proses biologis yang komplek dimana
banyak faktor mempengaruhinya. Pertumbuhan dalam individu ialah pertumbuhan jaringan akibat dari
pembelahan sel secara litosis. Hal ini terjadi apabila ada kelebihan input energi dan asam amino (protein)
berasal dari makanan. Seperti kita ketahui bahan berasal dari makanan akan digunakan oleh tubuh untuk
metabolisme dasar, pergerakan, produksi organ seksual, perawatan bagian-bagian tubuh atau mengganti
file:///D|/E-Learning/Iktologi/Textbook/Iktiologi%20(buku%20ajar).htm (57 of 112)5/8/2007 2:55:10 PM
I
sel-sel yang sudah tidak terpakai. Bahan-bahan tidak berguna akan dikeluarkan dari tubuh. Apabila
terdapat bahan berlebih dari keperluan tersebut di atas akan dibuat sel baru sebagai penambahan unit atau
penggantian sel dari bagian tubuh.
Dari segi pertumbuhan, kelompok sel-sel suatu jaringan dalam bagian tubuh dapat digolongkan menjadi
bagian yang dapat diperbaharui, bagian yang dapat berkembang dan bagian yang statis. Pada bagian tubuh
yang dapat diperbaharui mempunyai sel-sel dengan daya membelah secara mitosis sangat cepat. Walaupun
organisme sudah tua, daya membelah sel-sel pada bagian tubuh yang dapat diperbaharui masih sama
sehingga jumlah sel yang dapat diganti sama dengan jumlah sel yang dibentuk. Urat daging dan tulang
bertanggung jawab terhadap pertambahan massa ikan.
Pertumbuhan yang cepat menunjukkan ketersediaan makanan dan kondisi lingkungan lainnya yang
mendukung, sedangkan, pertumbuhan menunjukkan kondisi yang sebaliknya. Pertumbuhan dapat
didefinisikan sebagai perubahan ukuran (panjang, berat) ikan pada waktu tertentu atau perubahanan kalori
yang tersimpan menjadi jaringan somatik dan reproduksi. Perubahan ini dapat diartikan sebagai faktorfaktor
yang mempengaruhi pertumbuhan ikan yaitu energi dari makanan (I), yang terukur sebagai kalori,
merupakan energi yang dikeluarkan untuk metabolisme (M) atau pertumbuhan (G) atau sebagai energi
yang terbuang (E) (Brett & Groves, 1979 dalam Moyle & Cech, 1988). Hal ini dapat dituliskan dalam
persamaan :
I = M + G + E
Pertumbuhan biasanya bersifat positif (misal penambahan berat tubuh ikan pada waktu tertentu),
menunjukkan keseimbangan energi yang positif dalam metabolisme. Metabolisme adalah penjumlahan
anabolisme ditambah katabolisme. Pada pertumbuhan, laju anabolisme akan melebihi katabolisme. Pada
dasarnya, faktor-faktor yang mengkontrol proses anabolik yaitu sekresi hormon pertumbuhan oleh
pituitary dan hormon steroid dari gonad. Namun demikian, laju pertumbuhan ikan sangat bervariasi sebab
sangat tergantung pada berbagai faktor. Faktor ini dapat digolongkan menjadi dua bagian yang besar yaitu
faktor dalam dan faktor luar. Faktor-faktor ini ada yang dapat dikontrol dan ada juga yang tidak.
Ø Faktor dalam umumnya adalah faktor yang sukar dikontrol, diantaranya ialah keturunan, seks, umur,
parasit dan penyakit. Faktor keturunan pada ikan yang dipelihara dalam kultur, mungkin dapat dikontrol
file:///D|/E-Learning/Iktologi/Textbook/Iktiologi%20(buku%20ajar).htm (58 of 112)5/8/2007 2:55:10 PM
I
dengan mengadakan seleksi untuk mencari ikan yang baik pertumbuhannya, namun di alam tidak ada
kontrol yang dapat diterapkan.
Faktor seks tidak dapat dikontrol. Ikan betina kadangkala pertumbuhannya lebih baik dari ikan jantan
namun ada pula spesies ikan yang tidak mempunyai perbedaan pertumbuhan pada ikan betina dan ikan
jantan. Tercapainya kematangan gonad untuk pertama kali dapat mempengaruhi pertumbuhan yaitu
kecepatan pertumbuhan menjadi lambat. Hal ini dkarenakan sebagian dari makanan yang dimakan tertuju
kepada perkembangan gonad. Pembuatan sarang, pemijahan, penjagaan keturunan membuat pertumbuhan
tidak bertambah karena pada waktu tersebut pada umumnya ikan tidak makan. Setelah periode tersebut
ikan mengembalikan lagi kondisinya dengan mengambil makanan seperti sedia kala.
Umur telah diketahui dengan jelas berperanan terhadap pertumbuhan. Pertumbuhan cepat terjadi pada
ikan ketika berumur 3 – 5 tahun. Pada ikan tua walaupun pertumbuhan itu terus tetapi berjalan dengan
lambat. Hal ini disebabkan ikan yang sudah tua pada umumnya kekurangan makanan untuk pertumbuhan,
karena sebagian besar makanannya digunakan untuk pemeliharaan tubuh dan pergerakan.
Penyakit dan parasit juga mempengaruhi pertumbuhan terutama kalau yang diserang itu alat pencernaan
makanan atau organ lain yang vital sehingga efisiensi berkurang karena kekurangan makanan yang
berguna untuk pertumbuhan. Namun sebaliknya dapat terjadi pada ikan yang diserang oleh parasit tidak
begitu hebat menyebabkan pertumbuhan ikan itu lebih baik daripada ikan normal atau tidak diserang
parasit tadi. Hal ini terjadi karena ikan tersebut mengambil makanan lebih banyak dari biasanya sehingga
terdapat kelebihan makanan untuk pertumbuhan.
Ø Faktor luar yang utama mempengaruhi pertumbuhan seperti suhu air, kandungan oksigen terlarut
dan amonia, salinitas dan fotoperiod. Faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dan bersama-sama
dengan faktor-faktor lainnya seperti kompetisi, jumlah dan kualitas makanan, umur dan tingkat kematian
mempengaruhi laju pertumbuhan ikan.
Suhu. Salah satu faktor lingkungan yang sangat penting dalam mempengaruhi laju pertumbuhan. Laju
pertumbuhan ikan Cyprinodon macularis meningkat pada suhu antara 30°C – 35°C, sedangkan laju
pertumbuhan maksimal ikan salmon muda diperoleh pada suhu sedang (15°C). Jobling (1981) dalam
file:///D|/E-Learning/Iktologi/Textbook/Iktiologi%20(buku%20ajar).htm (59 of 112)5/8/2007 2:55:10 PM
I
Moyle & Cech (1988) mengemukakan adanya hubungan yang erat antara suhu dari pertumbuhan optimal
dengan preferensi perilaku. Di daerah yang bermusim 4 kalau suhu perairan turun di bawah 10°C ikan
perairan panas yang berada di daerah tadi akan berhenti mengambil makanan atau mengambil makanan
hanya sedikit sekali untuk keperluan mempertahankan kondisi tubuh. Jadi walaupun makanan berlebih
pada waktu itu, pertumbuhan ikan akan terhenti atau lambat sekali. Pada suhu optimum apabila ikan itu
tidak mendapat makanan tidak pula dapat tumbuh. Untuk daerah tropik suhu perairan berada dalam batas
kisar optimum untuk pertumbuhan. Oleh karena itu apabila ada ikan dapat mencapai ukuran 30 Cm dengan
berat 1 Kg dalam satu tahun di perairan tropik, maka ikan yang sama spesiesnya di daerah bermusim
empat ukuran tadi mungkin akan dicapai dalam waktu dua atau tiga tahun. Setiap spesies ikan suhu
optimum untuk pertumbuhannya tidak sama, oleh karena itu dalam kultur ikan agar tercapai tujuan suhu
optimum dari perairan tadi ada kolam yang diberi tanaman untuk memberi bayangan pada perairan dan
ada pula yang tidak.
Kandungan oksigen terlarut. Stewart et al. (1967) dalam Moyle & Cech (1988) mengukur reduksi laju
pertumbuhan juvenil Micropterus salmoides pada kandungan oksigen terlarut 5 mg/L dengan suhu 26°C.
Kondisi tersebut diperkirakan sebagai ambang batas bagi pertumbuhan dan reproduksi juvenil M.
Salmoides dan beberapa ikan lain seperti Ictalurus punctatus, Mugil cephalus, Orthodon microlepidotus
yang dapat mempertahankan metabolisme pada kondisi kandungan oksigen yang rendah. Selain itu, ikanikan
ini akan berenang ke tempat yang labih menguntungkan.
Amonia merupakan hasil ekskresi primer ikan, namun bila ada dalam konsentrasi yang tinggi dapat
menghambat laju pertumbuhan. Sebagai contoh, pengukuran berat juvenil Ictalurus punctatus yang
ditempatkan pada akuarium dengan kondisi penambahan kandungan amonia. Mekanisme penghambatan
pertumbuhan olah amonia masih belum diketahui. Pada umumnya, diketahui bahwa amonia un-ion (NH3)
di perairan lebih toksik dari pada bentuk ion amonia (NH4+) pada konsentrasi yang sama. Proporsi dari
kedua bentuk tersebut di perairan sangat tergantung pada pH air. Pemantauan pH air merupakan bagian
yang esensial dari sistem kultur ikan air tawar. Walaupun amonia merupakan komponen alami di perairan,
pengaruhnya terhadap ikan menjadikan amonia ini polutan yang khas dan dapat menurunkan laju
pertumbuhan.
file:///D|/E-Learning/Iktologi/Textbook/Iktiologi%20(buku%20ajar).htm (60 of 112)5/8/2007 2:55:10 PM
I
Salinitas juga mempengaruhi laju pertumbuhan. Ikan-ikan eurihalin menunjukkan laju pertumbuhan yang
maksimum pada salinitas 35 ppt dari pada salinitas yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Fotoperiod (panjang hari) juga mempengaruhi fenomena pertumbuhan secara musiman. Hogman (1968)
dalam Moyle & Cech (1988) mendapatkan suatu hubungan yang erat antara pertumbuhan ikan danau
Coregonus clupeaformis dan fotoperiod musiman.
Ketersediaan sumberdaya makanan juga berinteraksi dengan faktor-faktor lingkungan lainnya seprti
suhu, dalam mempengaruhi pertumbuhan ikan secara musimam. Sebagai contoh, pertumbuhan
(penambahan panjang) populasi ikan Lepomis macrochirus pada musim yang berbeda, pertumbuhan ikan
yang cepat selama persediaan makanan melimpah. Tingkat pertumbuhan yang cepat ketika makanan
melimpah dimungkinkan karena peningkatan suhu perairan. Di daerah tropik makanan merupakan faktor
yang lebih penting dari pada suhu perairan. Bila keadaan faktor-faktor lain normal, ikan dengan makanan
berlebih akan tumbuh lebih pesat. Untuk ikan satu keturunan yang sukses dari satu pemijahan, pertamatama
memerlukan makanan yang berukuran sama. Anak ikan yang lemah dan tidak berhasil mendapatkan
makanan akan mati sedangkan yang kuat terus mencari makanan dan pertumbuhannya baik. Jumlah
individu yang terlalu banyak dalam perairan yang tidak sebanding dengan keadaan makanan akan terjadi
kompetisi terhadap makanan itu. Keberhasilan mendapatkan makanan akan menentukan pertumbuhan.
Oleh karena itu akan didapatkan ukuran yang bervariasi dalam satu keturunan.
Umur dan kematian merupakan prediksi yang sangat baik untuk laju pertumbuhan relatif ikan, meskipun
laju pertumbuhan absolut sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. Umumnya, ikan mengalami
pertumbuhan panjang yang sangat cepat pada beberapa bulan atau tahun pertama dalam hidupnya, hingga
maturasi. Selanjutnya, penambahan energi digunakan untuk pertumbuhan jaringan somatik dan gonadal,
sehingga laju pertumbuhan ikan mature lebih lambat dibandingkan ikan-ikan immature.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar